Senin, 26 Oktober 2015

Mengapa Kamu Memilih Dia

0

Mengapa Kamu Memilih Dia


Meski malam gelap gulita Angel tetap saja menangis Angel belum bisa melupakan pria yang benar-benar dia cintai. Malam berganti pagi ayam telah berkokok Angel tersentak bangun mendengar suara yang memanggil namanya dari luar.
“Angel.. bangun sayang sudah siang!”
“iya ma..”
“kamu habis menangis ya” ujar Mama Angel.
“Angel masih sayang Dwisa ma.”
“sudahlah seperti tak ada pria yang lain saja, jelas-jelas Dwisa lebih memilih wanita lain”
Aku hanya menangis, menyendiri aku memang terlanjur mencintai Dwisa aku juga tak habis pikir mengapa Dwisa balik dengan mantannya lagi.
Aku mahasiswi di Sumatera Utara fakultas sastra dan bahasa indonesia aku memiliki pacar satu kampus denganku dia fakultas pertanian namanya Dwisa. Aku mengenal Dwisa di saat teman-temanku bermain ke tempat kost-kostanku Dwisa pun mengulurkan tangannya.
“Dwisa” ucapnya.
“Angel” dengan senyum.
Kami pun berbincang-bincang malam juga semakin larut, mereka pamit untuk pulang dan aku mengantar mereka hingga pintu utama.
“aku boleh minta nomor hp kamu?”
“hehehehe aku cuma punya nomor sepatu” ledekku.
“Huh kamu ada-ada saja”
“sudahlah kasih aja nomor hp-mu itu” ucap temanku.
Dan akhirnya aku memberikan nomorku pada Dwisa, hari demi hari aku dan Dwisa semakin dekat dan telah mengetahui kepribadian masing-masing. Bahkan Dwisa sering bermain ke kost, kami bercerita tentang masa lalu kami masing-masing ternyata kisah cinta kami sama dikhianati, dan dari situ aku takut jatuh cinta. Namun aku tidak tahu kedekatan aku dengan Dwisa berbeda dengan pria lain aku merasa nyaman, bahagia, apa aku jatuh cinta?
Hp-ku berbunyi.
“hay Angel, besok siang ikut aku ya aku mau ajak kamu ke suatu tempat”
Rasa penasaran yang menghantuiku Dwisa mengajak jalan. Besok siangnya kami pun berangkat dengan motor sederhana milik Dwisa, setiba di sana.
“waw.. sungguh indah pemandangan ini” ujarku.
“ayo kita naik ayunan, kayaknya seru kita duduk di sana”
Aku merasakan cinta yang sangat berbeda dengannya, aku terkejut dengan ucapan Dwisa.
“Angel, kamu mau jadi pacarku?”
Diam.
“jawab dong”
“apa kamu benar sayang padaku?”
“sungguh Angel aku benar sayang padamu, kamu berbeda dengan wanita lain aku juga gak mau kamu disakiti pria aku akan bahagiain kamu, beri aku kesempatan Angel”
Aku tersenyum.
Pemandangan danau toba lah saksi cintaku dengan Dwisa, hubungan kami baik-baik saja dan aku gak ingin jauh dari Dwisa lagi, aku terlanjur sayang padanya. Aku merasakan hal yang beda perasaan yang ku miliki gak enak, aku selalu bertanya-tanya apa yang akan terjadi? Dwisa datang ke tempat kost-ku.
“Angel, Uli kemarin telepon aku”
“terus?”
“dia bilang dia ingin balik lagi padaku, padahal aku udah bilang paadanya aku sudah punya pacar tapi dia nekad ingin balik padaku”
Sakit… sakit ternyata inilah yang terjadi, “mengapa di saat aku begitu tulus mencintai seseorang selalu ada yang merusak” gumamku.
Ingin rasanya aku menangis, mencabik-cabik tapi aku menahan rasa itu semua.
Menghela napas, “aku gak tahu harus bilang apa”
“Angel sayang, aku sayang banget sama kamu” mengenggam tanganku.
“iya aku juga sayang kamu”
Hubungan yang baru sebentar bisa dibilang masih seumur jagung, kini Dwisa berubah gak biasanya dia nggak SMS atau Nelepon aku SMS gak dibales.
“ihh kamu kemana sih?” ucapku dengan kesal.
Tersentak aku ingat lagi dengan peristiwa yang menyedihkan itu, seperti singa lapar kalau aku ingat hal itu. Daripada aku larut dengan hal itu aku pergi dengan teman-temanku shopping.
“eh tunggu!” ucapku.
“aduhh Angel ada apa?”
“coba kalian lihat itu Dwisa kan?”
“hah?! i..iya Angel itu Dwisa cowok kamu, kok mesra bangat sih sama cewek itu?!”
Aku menangis, aku tak sangup melihat pria yang ku sayang berduaan dengan wanita lain aku berbalik arah untuk pulang saja di angkot aku hanya melamun saja.
“kiri pak!” Aku buru-buru memberi ongkos dan berlari ke kamar, aku gak sanggup berbicara hanya air mata yang melampiaskan rasaku semua aku tak ingin bertemu dengan Dwisa lagi aku benci dengan cinta. Aku benci. Aku hanya bisa mengirim pesan melalui SMS padanya.
“terima kasih atas kasih sayang kamu yang penuh kebohongan, aku gak nyangka kamu menyakitiku, dulu kamu bilang kamu gak ingin menyakitiku lagi dan kamu meyakinkan aku tapi semua itu omong kosong, kamu lebih memilih wanita yang hanya masa lalumu saja cukup ini yang terakhir aku disakiti pria, semoga kamu bahagia dengan wanita pilihanmu jangan pernah temui aku lagi, salam sayangku untukmu. Angel.”
--Tamat--

Cerpen Karangan: Hanna Cristina

0 komentar:

Posting Komentar

Di harap memberikan komentar yg baik.....
Agar Blog ini bisa lebih maju

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com